WEB BLOG
this site the web

Klasifikasi Materi Unsur Kimia

Fisika SMP Kelas 7 : Klasifikasi Materi Unsur Kimia

Materi tersusun dari beberapa partikel penyusun. Para ilmuwan mengklasifikasikan zat atau materi menjadi dua kelompok, yaitu: zat tunggal dan campuran. Unsur dan senyawa termasuk dalam golongan zat tunggal. Nah, apa yang dimaksud dengan unsur? Unsur terdiri dari logam dan non logam. Zat murni memiliki sifat yang membedakan dengan zat lainnya. Misal, unsur hidrogen hanya tersusun dari atom-atom hidrogen saja. Unsur oksigen hanya tersusun dari atom-atom oksigen saja. Sifat oksigen dan hidrogen tidak tampak pada zat yang dibentuk dari keduanya, misal air (H2O). Di alam terdapat 92 jenis unsur alami, sedangkan selebihnya adalah unsur buatan. Jumlah keseluruhan unsur di alam kira-kira 106 jenis unsur.
Unsur dikelompokkan menjadi tiga (3) bagian, yaitu :

1. Unsur logam
Secara umum unsur logam memiliki sifat berwarna putih mengkilap, mempunyai titik lebur rendah, dapat menghantarkan arus listrik, dapat ditempa dan dapat menghantarkan kalor atau panas. Pada umumnya logam merupakan zat padat, namun terdapat satu unsur logam yang berwujud cair yaitu air raksa. Beberapa unsur logam yang bermanfaat dalam kehidupan sehari–hari, antara lain:


a. Khrom (Cr)

Digunakan untuk bumper mobil, dan campuran dengan baja menjadi stainless steel.

b. Besi (Fe)
Merupakan logam yang paling murah, sebagai campuran dengan karbon menghasilkan baja untuk konstruksi bangunan, mobil dan rel kereta api.

c. Nikel ( Ni )
Nikel padat sangat tahan terhadap udara dan air pada suhu biasa, oleh karena itu nikel digunakan sebagai lapisan pelindung dengan cara disepuh.

d. Tembaga (Cu)
Tembaga banyak digunakan pada kabel listrik, perhiasan, dan uang logam. Campuran tembaga dengan timah menghasilkan perunggu sedangkan campuran tembaga dengan seng menghasilkan kuningan.

e. Seng (Zn)
Seng dapat digunakan sebagai atap rumah, perkakas rumah tangga, dan pelapis besi untuk mencegah karat.

f. Platina (Pt)
Platina digunakan pada knalpot mobil, kontak listrik, dan dalam bidang kedokteran sebagai pengaman tulang yang patah.

g. Emas (Au)
Emas merupakan logam sangat tidak reaktif, dan ditemukan dalam bentuk murni. Emas digunakan sebagai perhiasan dan komponen listrik berkualitas tinggi. Campuran emas dengan perak banyak digunakan sebagai bahan koin.

2.Unsur non logam
Pada umumnya unsur non logam memiliki sifat tidak mengkilap, penghantar arus listrik yang buruk, dan tidak dapat ditempa. Secara umum non logam merupakan penghantar panas yang buruk, namun terdapat satu unsur non logam yang dapat menghantarkan panas dengan baik yaitu grafit. Beberapa unsur non logam yang bermanfaat dalam kehidupan sehari–hari, antara lain:

a. Fluor (F)
Senyawa fluorid yang dicampur dengan pasta gigi berfungsi menguatkan gigi, freon – 12 sebagai pendingin kulkas dan AC.

b. Brom (Br)
Senyawa brom digunakan sebagai obat penenang saraf, film fotografi, dan bahan campuran zat pemadam kebakaran

c. Yodium (I)
Senyawa yodium digunakan sebagai antiseptik luka, tambahan yodium dalam garam dapur, dan sebagai bahan tes amilum (karbohidrat) dalam industri tepung

3. Unsur semi logam (Metaloid)
Unsur semi logam memiliki sifat antara logam dan non logam. Beberapa unsur semi logam yang bermanfaat dalam kehidupan sehari–hari, antara lain :

a. Silikon (Si)
Terdapat di alam terbanyak kedua setelah oksigen, yakni 28 %dari kerak bumi. Senyawa silikon banyak digunakan dalam peralatan pemotong dan pengampelasan, untuk semi konduktor, serta bahan untuk membuat gelas dan keramik.

b. Germanium ( Ge )
Keberadaan germanium di alam sangat sedikit, diperoleh dari batu bara dan batuan seng pekat. Germanium merupakan bahan semikonduktor, yaitu pada suhu rendah berfungsi sebagai isolator sedangkan pada suhu tinggi sebagai konduktor.

Seorang ahli kimia yang bernama Demitri Mendleev (1834 ~ 1907) mengajukan susunan tabel sistem periodik unsur-unsur. Bagaimanakah nama dan lambang unsur dituliskan? Banyaknya unsur yang terdapat di alam cukup menyulitkan kita untuk mengingat-ingat nama unsur. Oleh karena itu, diperlukan suatu tata cara untuk memudahkan kita mengingat nama unsur tersebut. Jons Jacob Berzelius (1779 ~ 1848), memperkenalkan tata cara penulisan nama dan lambang unsur, yaitu :
  1. Setiap unsur dilambangkan dengan satu huruf yang diambil dari huruf awal nama unsur tersebut. 
  2. Lambang unsur ditulis dengan huruf kapital. 
  3. Untuk unsur yang memiliki huruf awal sama, maka penulisan nama dibedakan dengan cara menambah satu huruf di belakangnya dan ditulis dengan huruf kecil.

Kumpulan Rumus Fisika SMP


Kumpulan Rumus Fisika Untuk SMPKumpulan Rumus Fisika Untuk SMP – Banyak anak yang menganggap bahwa fisika merupakan pelajaran yang sulit dan sangat ditakuti selain matematika. Sehingga banyak dari mereka merasa tidak mampu untuk menyelesaikan soal-soal yang ada. Padahal, fisika tidaklah sesulit yang dibayangkan. Asal tahu kuncinya maka Fisika akan menjadi salah satu mata pelajaran yang mudah sekaligus menyenangkan
Kali ini akan ditambah artikel pendidikan mengenai kumpulan rumus fisika untuk SMP, selain itu terdapat rumus fisika untuk SMK danrumus kimia SMA. Agar memudahkan untuk menghafal rumus-rumus fisika tersebut, buatlan menjadi satu file kumpulan rumus fisika untuk SMP. Sehingga apabila nanti menghadapi ujian nasional anda tidak susah-susah lagi mencari rumus fisika yang terdahulu.
Berikut adalah beberapa kumpulan rumus fisika untuk SMP, diantaranya adalah:

Massa Jenis

ρ = m / v
Keterangan :
  • ρ = Massa jenis (kg/m3) atau (g/cm3)
  • m = massa (kg atau gram)
  • v = volume (m3 atau cm3)
Pemuaian panjang zat padat

Rumus Pemuaian Zat Padat

A. Muai Panjang
    L = Lo{ 1 + a (t2 – t1)}
Keterangan
L   = panjang setelah pemasaran atau pendinginan (m) atau (cm)
Lo = panjang awal (m) atau (cm)
a   = koefisien muai panjang (  /’C)
t1  = suhu mula-mula (  ‘C)
t2  = suhu akhir (  ‘C)B. Muai Luas
A= Ao { 1 + B (t1 – t2)
Keterangan
A   = luas setelah pemanasan atau pendinginan (m2) atau (cm2)
Ao = luas awal (m2) atau (cm2)
B   = koefisien muai luas (  /’C)
t1  = suhu mula-mula ( ‘C)
t2  = suhu akhir ( ‘C)
Catatan
B = 2a
C. Muai Volume
V=Vo { 1 + Y ( t2 – t1 )
Ketarangan
V    = volume setalah pemanasan atau pendinginan (m3) atau (cm3)
Vo  = volume awal (m3) atau (cm3)
Y    = koevisien muai volume (   /’C)
t1   = suhu mula-mula (‘C)
t2   = suhu akhir (‘C)
Catatan
Y = 3a

Kalor

didefinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh suatu zat. Secara umum untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. Jika suhunya tinggi maka kalor yang dikandung oleh benda sangat besar, begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah maka kalor yang dikandung sedikit.
Dari hasil percobaan yang sering dilakukan besar kecilnya kalor yang dibutuhkan suatu benda(zat) bergantung pada 3 faktor
  1. massa zat
  2. jenis zat (kalor jenis)
  3. perubahan suhu
Sehingga secara matematis dapat dirumuskan :
Q = m.c.(t2 – t1)
Dimana :
Q adalah kalor yang dibutuhkan (J)
m adalah massa benda (kg)
c adalah kalor jenis (J/kgC)
(t2-t1) adalah perubahan suhu (C)
Kalor dapat dibagi menjadi 2 jenis
  • Kalor yang digunakan untuk menaikkan suhu
  • Kalor yang digunakan untuk mengubah wujud (kalor laten), persamaan yang digunakan dalam kalor laten ada dua macam Q = m.U dan Q = m.L. Dengan U adalah kalor uap (J/kg) dan L adalah kalor lebur (J/kg)
Dalam pembahasan kalor ada dua kosep yang hampir sama tetapi berbeda yaitu kapasitas kalor (H) dan kalor jenis (c)
Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu benda sebesar 1 derajat celcius.
H = Q/(t2-t1)
Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 derajat celcius. Alat yang digunakan untuk menentukan besar kalor jenis adalah kalorimeter.
c = Q/m.(t2-t1)
Bila kedua persamaan tersebut dihubungkan maka terbentuk persamaan baru
H = m.c
Analisis grafik perubahan wujud pada es yang dipanaskan sampai menjadi uap. Dalam grafik ini dapat dilihat semua persamaan kalor digunakan.
Grafik Perubahan Wujud Es
Keterangan :
Pada Q1 es mendapat kalor dan digunakan menaikkan suhu es, setelah suhu sampai pada 0 C kalor yang diterima digunakan untuk melebur (Q2), setelah semua menjadi air barulah terjadi kenaikan suhu air (Q3), setelah suhunya mencapai suhu 100 C maka kalor yang diterima digunakan untuk berubah wujud menjadi uap (Q4), kemudian setelah berubah menjadi uap semua maka akan kembali terjadi kenaikan suhu kembali (Q5)
Rumus:
!v=frac{s}{t}
Dengan ketentuan:
  • !s = Jarak yang ditempuh (m, km)
  • !v = Kecepatan (km/jam, m/s)
  • !t = Waktu tempuh (jam, sekon)
Catatan:
  1. Untuk mencari jarak yang ditempuh, rumusnya adalah !s=!vtimes!t.
  2. Untuk mencari waktu tempuh, rumusnya adalah !t=frac{s}{v}.
  3. Untuk mencari kecepatan, rumusnya adalah !v=frac{s}{t}.

Kecepatan rata-rata

Rumus:
!v=frac{s_{total}}{t_{total}} = frac {V_{1} times t_{1} + V_{2} times t_{2} + ... + V_{n} times t_{n}} {t_{1} + t_{2} + ... + t_{n}}

Gerak lurus berubah beraturan

Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak yang lintasannya berupa garis lurus dengan kecepatannya yang berubah beraturan.
Percepatannya bernilai konstan/tetap.
Rumus GLBB ada 3, yaitu:
  • !v_{t}=!v_{0}+!atimes!t
  • !s=!v_{0}times!t+frac{1}{2}times!atimes!t^2
  • !v_{t}^2=!v_{0}^2+!2times!atimes!s
Dengan ketentuan:
  • !v_{0} = Kecepatan awal (m/s)
  • !v_{t} = Kecepatan akhir (m/s)
  • !a = Percepatan (m/s2)
  • !s = Jarak yang ditempuh (m)

Gerak vertikal ke atas

Benda dilemparkan secara vertikal, tegak lurus terhadap bidang horizontal ke atas dengan kecepatan awal tertentu. Arah gerak benda dan arah percepatan gravitasi berlawanan, gerak lurus berubah beraturan diperlambat.
Peluru akan mencapai titik tertinggi apabila Vt sama dengan nol.
t_{text{maks}}= frac {Vo} {g}
h= frac {Vo^2} {2g}
t= {2} times {t_{text{maks}}}
{V_{text{t}}^2}= V_{text{0}}^2 - 2 times{g} times{h}
Keterangan:
  • Kecepatan awal= Vo
  • Kecepatan benda di suatu ketinggian tertentu= Vt
  • Percepatan /Gravitasi bumi: g
  • Tinggi maksimum: h
  • Waktu benda mencapai titik tertinggi: t maks
  • Waktu ketika benda kembali ke tanah: t

Gerak jatuh bebas

Benda dikatakan jatuh bebas apabila benda:
  • Memiliki ketinggian tertentu (h) dari atas tanah.
  • Benda tersebut dijatuhkan tegak lurus bidang horizontal tanpa kecepatan awal.
Selama bergerak ke bawah, benda dipengaruhi oleh percepatan gravitasi bumi (g) dan arah kecepatan/gerak benda searah, merupakan gerak lurus berubah beraturan dipercepat.
v= sqrt{2gh}
t= sqrt{2h/g}
Keterangan:
  • v = kecepatan di permukaan tanah
  • g = gravitasi bumi
  • h = tinggi dari permukaan tanah
  • t = lama benda sampai di tanah

Gerak vertikal ke bawah

Benda dilemparkan tegak lurus bidang horizontal arahnya ke bawah.
Arah percepatan gravitasi dan arah gerak benda searah, merupakan gerak lurus berubah beraturan dipercepat.
Vt= {Vo} + g times t
Vt^2= {Vo^2} + 2 times g times h
Keterangan:
  • Vo = kecepatan awal
  • Vt = kecepatan pada ketinggian tertentu dari tanah
  • g = gravitasi bumi
  • h = tinggi dari permukaan tanah
  • t = waktu

Gerak melingkar

Gerak dengan lintasan berupa lingkaran.
Circular motion diagram.png
Dari diagram di atas, diketahui benda bergerak sejauh ω° selama  t  sekon, maka benda dikatakan melakukan perpindahan sudut.
Benda melalukan 1 putaran penuh. Besar perpindahan linear adalah  2 pi r  atau keliling lingkaran. Besar perpindahan sudut dalam 1 putaran penuh adalah  2 pi  radian atau 360°.
 2 pi rad = 360^circ
 1 rad = frac {360^circ} {2 pi} = frac {180^circ} {pi} = 57,3^circ

Perpindahan sudut, kecepatan sudut, dan percepatan sudut

Perpindahan sudut adalah posisi sudut benda yang bergerak secara melingkar dalam selang waktu tertentu.
 theta = omega times t
Keterangan:
  •  theta  = perpindahan sudut (rad)
  •  omega  = kecepatan sudut (rad/s)
  • t = waktu (sekon)
Kecepatan sudut rata-rata ( overline{omega} ): perpindahan sudut per selang waktu.
 overline{omega} = frac {vartriangletheta} {vartriangle t} = frac {theta_{2} - theta_{1}} {t_{2} - t_{1}}
Percepatan sudut rata-rata ( alpha ): perubahan kecepatan sudut per selang waktu.
 alpha = frac {vartriangleomega} {vartriangle t} = frac {omega_{2} - omega_{1}} {t_{2} - t_{1}}
 alpha  : Percepatan sudut (rad/s2)

Percepatan sentripetal

Arah percepatan sentripetal selalu menuju ke pusat lingkaran.
Percepatan sentripetal tidak menambah kecepatan, melainkan hanya untuk mempertahankan benda agar tetap bergerak melingkar.
 A_{s} = frac {v^2} {r} = omega^2 r
Keterangan:
  • r : jari-jari benda/lingkaran
  • As: percepatan sentripetal (rad/s2)

Gerak parabola

Gerak parabola adalah gerak yang membentuk sudut tertentu terhadap bidang horizontal. Pada gerak parabola, gesekan diabaikan, dan gaya yang bekerja hanya gaya berat/percepatan gravitasi.
Gerak parabola.png
Pada titik awal,
Vo_{x} = Vo times cos alpha
Vo_{y} = Vo times sin alpha
Pada titik A (t = ta):
Va_{x} = Vo_{x} = Vo times cos alpha
Va_{y} = Vo_{y} - g times t_{a}
Letak/posisi di A:
X_{a} = Vo_{x} = Vo times t_{a}
Y_{a} = Vo_{y} times t_{a} - 1/2 g {t_{a}^2}
Titik tertinggi yang bisa dicapai (B):
h_{max} = frac {{(Votimessinalpha})^2} {2g} = frac {{(Vo^2timessin^2alpha})} {2g}
Waktu untuk sampai di titik tertinggi (B) (tb):
 V_{y}=0
 V_{y}= Vo_{y} - g t
 0= Vo sin alpha - g t
t_{b} = frac {{(Votimessinalpha})} {g} = frac {Vo_{y}} {g}
Jarak mendatar/horizontal dari titik awal sampai titik B (Xb):
X_{b} = Vo_{x} times t_{b}
X_{b} = Vo cos alpha times (frac {{(Votimessinalpha})} {g})
X_{b} = frac {{Vo^2} times sin 2alpha} {2g}
Jarak vertikal dari titik awal ke titik B (Yb):
Y_{b} = frac {Vo_{y}^2} {2g}
Y_{b} = frac {{Vo^2} times sin^2 alpha} {2g}
Waktu untuk sampai di titik C:
t_{total} = frac {{(2 Votimessinalpha})} {g} = frac {2 Vo_{y}} {g}
Jarak dari awal bola bergerak sampai titik C:
X_{maks} = Vo{x} times t_{total}
X_{maks} = Vo times cos alpha times frac {{(2 Votimessinalpha})} {g}
X_{maks} = frac {{Vo^2} times sin 2alpha} {g}
Semoga kumpulan rumus fisika untuk SMP dapat dimanfaatkan oleh Anda yang membutuhkannya.
 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies